Make your own free website on Tripod.com

Home  Feedback  Tentang Kami  Search

 

Supported By:

STMIK Cilegon

 

 

 

 

BAB 3. HARDWARE

 

3.1           Server

 

Server merupakan bagian penting dari hardware pada sebuah LAN. Server bertugas mengkontrol pertukaran informasi diantara node / simpul pada sebuah jaringan. Server menyediakan sebuah tempat penyimpan pusat / hard disk untuk program-program aplikasi jaringan dan data jaringan dan dapat diakses oleh seluruh client/workstation pada jaringan. Untuk menangani pekerjaan ini, server harus merupakan komputer yang sangat handal. Server memiliki sejumlah RAM dan ruang penyimpan / hard disk yang besar, serta sebuah Network Interface Card (NIC). Software NOS (Network Operating System) juga terdapat di dalam komputer ini beserta software aplikasi dan file data yang ingin di-share.

 

Server minimal harus memiliki karakteristik berikut ini:

a.       Mikroprosesor dianjurkan yang memiliki kecepatan maksimum

b.      Hard disk minimal 9 GB

c.       RAID (Redundant Array Of Inexpensive Disks) untuk memelihara data setelah sebuah disk mengalami kerusakan

d.      Satu unit tape-back-up (atau CD-RW drive)

e.       Beberapa expansion slot

f.        Fast NIC

g.       RAM minimal 32 MB

 

Seringkali muncul pertanyaan bagaimana cara memilih komputer server yang cocok. Pertama-tama, sebelum membeli sever, anda harus tahu terlebih dahulu untuk apa server itu digunakan, karena konfigurasi server yang tepat sangat tergantung dari tujuan penggunaannya. Berikut ini adalah berbagai fungsi server, dan konfigurasi yang sesuai untuk fungsi tersebut.

 

3.1.1        File server

 

Untuk file server, biasanya anda membutuhkan berbagai fasilitas berikut:

a.       kapasitas yang besar

b.      keamanan data yang disimpan

c.       kecepatan transfer file yang bagus

 

Berikut ini adalah cara untuk memenuhinya:

 

a.      Kapasitas yang besar: Gunakan hard disk tipe IDE, yang kapasitasnya bisa mencapai ratusan gigabyte namun dengan harga yang ekonomis.

 

b.      Keamanan data: Beli card RAID, dan atur agar RAID-0 (mirroring) diimplementasikan di server. Dengan ini, maka satu hard disk akan bertindak sebagai mirror dari hard disk yang lainnya. Maka jika satu hard disk rusak, maka data anda tetap selamat di hard disk yang lainnya

 

c.       Kecepatan transfer file yang bagus: Gunakan card network 100 Mbps atau yang lebih cepat di server, lalu sambungkan ke switch utama / core di jaringan komputer anda. Maka dengan ini setiap komputer di jaringan tersebut akan bisa mendapatkan kecepatan transfer yang tinggi dari server ini

 

3.1.2        Email Server

 

Untuk email server, biasanya Anda membutuhkan berbagai fasilitas berikut:

  1. Pemrosesan email yang cepat

b.      Keamanan email di server

c.       Transfer email yang cepat

 

Berikut ini adalah berbagai cara untuk memenuhinya:

 

  1. Pemrosesan email yang cepat : Gunakan hard disk tipe SCSI, karena interface SCSI jauh lebih efisien dalam memproses file-file berukuran kecil namun berjumlah banyak - yaitu karakteristik server email.

 

  1. Keamanan email di server : Beli card RAID, dan gunakan konfigurasi RAID-5. Konfigurasi ini memberikan proteksi data yang cukup bagus, tanpa membuat performa turun terlalu banyak

 

  1. Transfer email yang cepat : Gunakan card network 100 Mbps atau yang lebih cepat di server

 

3.1.3        Web Server

 

Biasanya web server tidak membutuhkan spesifikasi yang terlalu besar, apalagi jika anda menggunakan berbagai web server open-source seperti Apache. Namun lain ceritanya jika anda juga menjalankan application server (seperti: mod_php, mod_perl, Tomcat, dll) di server tersebut juga - silahkan lihat poin dibawah ini.

 

3.1.4        Application Server

 

Biasanya untuk application server (PHP, J2EE, JSP, mod_perl, dll) anda harus mengkonfigurasikan server anda sebagai berikut :

 

a.       Perbesar kapasitas memory : Jika menjalankan application server berbasis Java, jangan segan-segan untuk memasang memory sebesar 1 GB atau lebih di server

b.      Gunakan prosesor yang tercepat yang bisa anda dapatkan untuk server tersebut

c.       Gunakan hard disk yang tercepat, walaupun kapasitasnya belum tentu yang paling besar.

 

3.1.5        Database Server

 

Untuk database server, apalagi yang akan melayani banyak user / query yang berat, maka anda harus mengkonfigurasikan server anda sebagai berikut:

 

  1. Pasang prosesor sebanyak-banyaknya, jika database engine bisa memanfaatkannya dengan efisien (seperti Oracle, dll)

 

  1. Pasang memory sebesar-besarnya; jangan ragu misalnya untuk memasang memory sebesar 2 GB atau lebih.

 

  1. Pasang hard disk dalam konfigurasi RAID-5 - ini akan memberikan performa yang baik, keamanan data yang baik, dan tempat penyimpanan data yang besar.

 

  1. Ada baiknya jika anda menggunakan server branded untuk database server, sehingga bisa memanfaatkan berbagai fasilitas redundancy-nya (dual power supply, hot swap hard disk, dll).

 

3.2           RAID

 

Pernahkah anda mendengar metode untuk mempercepat kinerja harddisk dengan cara menggabungkan beberapa harddisk menjadi satu? Cara yang disebut RAID ini biasanya digunakan untuk harddisk SCSI pada serve high-end. Kini metode yang sama dapat diterapkan pada PC di rumah anda yang menggunakan harddisk EIDE. Teorinya, dengan RAID performa harddisk anda akan melejit menjadi 2X lipat. Benarkah demikian?

 

Sebelum mengetahui manfaat dari RAID, ada baiknya mengetahui dulu apa yang diperlukan untuk membuat konfigurasi RAID pada komputer anda. Pertama-tama yang harus anda miliki adalah Controller RAID yang nantinya akan dihubungkan dengan harddisk-harddisk. CHIP Controller RAID yang umum antara lain adalah Promise, Iwill, dan Abit. Banyak motherboard yang telah memiliki on-board chip-chip tersebut, diantaranya adalah ASUS, ABIT, I Will. Untuk membuat konfigurasi RAID tentunya dibutuhkan minimal 2 buah harddisk yang akan digabungkan menjadi satu. Dengan penggabungan tersebut maka komputer akan menganggap 2 buah harddisk ini sebagai satu harddisk.

 

3.2.1 Lebih Jelas Mengenai RAID

 

Ada 3 macam metode RAID yang dapat digunakan:

  1. RAID 0 (metode stripping)
  2. RAID 1 (metode mirrorring)
  3. RAID 0+1 (metode stripping + mirrorring)

 

3.2.1.1 RAID 0 (untuk kecepatan)

 

RAID 0 yang dikenal juga dengan Metode Stripping digunakan untuk mempercepat kinerja harddisk. Kapasitas total harddisk pada metode ini adalah jumlah kapasitas harddisk pertama ditambah harddisk kedua. Metodenya dilakukan dengan cara membagi data secara terpisah ke dua buah harddisk. Jadi separuh data ditulis ke harddisk pertama dan separuhnya lagi ditulis ke harddisk ke dua. Secara teoritis cara ini akan mempercepat penulisan/pembacaan harddisk. Keburukan dari cara ini adalah apabila salah satu harddisk rusak maka seluruh data akan hilang.

 

3.2.1.2 RAID 1 (untuk keamanan data)

 

RAID 1 dikenal juga dengan Metode Mirroring digunakan untuk mendapatkan keamanan data (backup). Metodenya dilakukan dengan cara menyalin isi harddisk pertama ke harddisk kedua. Jadi apa yang ditulis pada harddisk pertama akan juga ditulis di harddisk kedua. Apabila salah satu harddisk rusak maka data pada harddisk yang satunya masih ada. Keburukan dari cara ini adalah tidak adanya peningkatan kinerja sama sekali., performance-nya malah akan sedikit lebih pelan dibanding performa harddisk single (non-RAID). Selain itu kapasitas total yang anda dapat dengan metode ini hanyalah sebesar kapasitas satu harddisk saja.

 

3.2.1.3 RAID 0+1 (untuk kecepatan + backup)

 

Metode ini merupakan kombinasi RAID 0 dan RAID 1. Dimana selain memperoleh kecepatan anda juga memperoleh keamanan data. Untuk metode ini diperlukan minimal 4 harddisk. Kapasitas total yang anda dapat adalah sejumlah kapasitas 2 harddisk.

 

Biasanya metode RAID 1 digunakan untuk server, sebab server mengutamakan keamanan data. Sedangkan untuk penggunaan PC rumahan RAID 0 lebih umum digunakan karena yang diutamakan bagi mereka adalah peningkatan kinerja harddisk. Tetapi apakah benar RAID 0 dapat meningkatkkan kinerja secara drastis? Itulah yang akan dibahas lebih lanjut di bawah ini.

 

3.2.2 Apakah RAID benar-benar berguna?

 

Menurut teorinya, RAID 0 akan meningkatkan kinerja harddisk secara gratis. Karena dengan metode RAID ini arus data dibagi ke dua buah harddisk secara bersamaan (paralel), sehingga seluruh data bisa sampai lebih cepat. Untuk memperjelasnya bisa digunakan perumpamaan dengan menggunakan ANALOGI KASIR SUPERMARKET. Perumpamaan tersebut adalah sebagai berikut:

 

Bila ada 4 orang antri di kasir supermarket, tentunya akan lebih cepat dilayani dengan membuka 2 counter kasir daripada dengan 1 counter kasir saja.

 

Sama halnya dengan di komputer, secara teori dapat dikatakan bahwa antrian data akan lebih cepat diproses bila dilayani 2 harddisk secara paralel (RAID). Secara teori memang akan lebih cepat. Tapi dalam kenyataan sehari-hari di supermarket, membuka 2 counter kasir belum tentu akan jauh lebih cepat dibanding 1 counter saja. Hal ini dapat dijelaskan sbb:

 

Apabila jumlah belanjaan utk tiap orang tidak terlalu banyak, maka 1 counter kasir saja akan cukup cepat dlm melayani, karena bila belanjaannya sedikit maka proses transaksinya cepat sehingga antrean tidak menunggu terlalu lama. Namun apabila jumlah barang belanjaan yang dibawa tiap orangnya banyak, maka antrean akan menunggu terlalu lama karena transaksi yang dilakukan tentunya akan memakan waktu lebih lebih lama berhubung belanjaanya juga lebih banyak. Jadi pada kasus dimana jumlah barang belanjaan per orangnya banyak, maka lebih baik dibuka 2 counter kasir atau lebih.


Begitu halnya dengan antrian data di komputer. Bila ukuran tiap-tiap data yang mengantri tidak besar, maka penggunaan 2 harddisk secara paralel (RAID) tidak akan membawa perbedaan yang banyak dengan 1 harddisk (non-RAID). Namun bila ukuran tiap-tiap data yang mengantri besar, maka lebih baik menggunakan RAID supaya tidak terjadi antrian yang terlalu lama. Jadi dapat diambil sebuah hipotesa (dugaan) bahwa RAID hanya akan memberikan peningkatan kecepatan apabila data yang diproses ukurannya sangat besar, sedangkan bila ukuran datanya kecil maka penggunaan RAID tidak akan memberikan peningkatan kecepatan yang banyak. Ironisnya dalam penggunaan komputer sehari-hari sangat jarang terjadi pemrosesan sebuah data yang berukuran sangat besar.
Data yang besar hanya akan ditemukan pada proses video editing, desktop publishing percetakan, dan sound editing. Ini karena file-file yang ukurannya ekstra besar tersebut umunya berupa file movie, file gambar high-resolution utk keperluan percetakan, serta file suara yang tidak terkompresi (WAV). Biasanya file-file semacam itu berukuran 500MB ke atas. Sedangkan dalam proses loading sebuah Operating System, aplikasi, maupun game, data yang diproses ukurannya kecil-kecil. Jadi timbul lagi sebuah hipotesa baru, yaitu: RAID hanya akan berguna bila anda menggeluti dunia multimedia, seperti : video editing, desktop publishing, atau WAV editing.

3.2.3 Instalasi RAID

Untuk pemasangan RAID anda membutuhkan minimal 2 harddisk, yang merknya tidak harus sama. Kapasitas harddisk sebaiknya sama, namun penggabungan 2 harddisk yang kapasitasnya berbeda juga tidak apa-apa. Tapi bila anda menggunakan 2 harddisk yang ukurannya berbeda, maka jumlah total kapasitas RAID akan menjadi 2X ukuran harddisk yang terkecil. Jadi misal anda menggabungkan harddisk 4 GB dengan 30 GB, maka kapasitas total RAID bukannya menjadi 34 GB tapi hanya 8 GB (2x4GB). Anda juga dapat menggabungkan lebih banyak harddisk lagi (misal 4 harddisk) supaya peningkatan kinerjanya lebih banyak lagi. Setelah harddisk terpasang, maka nyalakan komputer dan lakukanlah setting secara benar pada BIOS dari RAID tersebut.

3.2.4 Benchmark

Pengujian akan dilakukan menggunakan dua jenis program benchmark yaitu Synthetic Benchmark dan Real World Bechmark. Perlu diperhatikan bahwa benchmark sintetis kurang mencerminkan performance sesungguhnya di kehidupan sehari-hari. Sedangkan Real World Benchmark lebih mencerminkan performance sesungguhnya karena menggunakan aplikasi sebenarnya.

3.2.4.1 Benchmark Platform

CPU: PIII-733EB
Motherboard: ABIT BX133 ATA100+RAID
RAM: 256MB
Hardisk: 2 unit HDD IBM 7200RPM - ATA100
Videocard: Geforce 256 ASUS V6600
Windows 98 SE

 

 

3.2.4.1.1 BENCHMARK SISOFT SANDRA 2000 ME (Synthetic Benchmark)

 

Disk Test (959 MB file transfer)

RAID

 

23030

 

Tanpa RAID

 

13000

 


Pada pengujian Sisoft yangg menggunakan cara men-transfer sebuah file berukuran besar (959MB), terbukti bahwa penggunaan RAID dapat meningkatkan kinerja hingga hampir 2X llipat. Tapi perlu diingat bahwa dalam kenyataan sehari-hari kejadian transfer file sebesar ini sangat jarang. Sebab pada poses loading sebuah aplikasi, ukuran tiap data/file yang diproses tidak akan sedemikian besarnya.

Dalam kenyataan sehari-hari, pemrosesan data yang terjadi sewaktu menjalankan aplikasi dilakukan oleh komputer dgn cara bertahap menggunakan data-data berukuran kecil, jadi bukannya menggunakan satu data berukuran besar. Maka dari itu hasil bechmark sintetis ini tidak bisa dijadikan patokan, karena belum tentu akan sesuai dengan kenyataan sehari-hari dimana data-data yang diproses sangat jarang yang berukuran besar.

Karena itu maka dibawah ini digunakan pula benchmark WinBench 99 yang lebih mampu mewakili kenyataan sehari-hari, karena pengujiannya dgn menggunakan aplikasi sehari-hari.

 

3.2.4.1.2 BENCHMARK WINBENCH99 (Real World Benchmark)

 

 

Business Disk Winmark99

RAID

 

4970

 

Tanpa RAID

 

5600

 

 

Pada pengujian Business Disk yang mewakili aplikasi bisnis semacam MS Office, Word, Powerpoint, Access, dan sebagainya, terlihat bahwa ternyata kinerja RAID malah lebih buruk dibanding kinerja non-RAID. Ini karena pada aplikasi bisnis data yang diproses cenderung berukuran kecil-kecil.

 

HIGH END DISK WINMARK99 (Total Score)

RAID

 

17300

 

Tanpa RAID

 

14100

 

 

Pada pengujian High-End Disk WinMark99 yang mewakili aplikasi-aplikasi berat, terlihat bahwa RAID mampu menunjukkan taringnya. Ini karena pada sejumlah aplikasi-aplikasi berat yang diuji ada yang berhubungan dgn data-data berukuran besar.Untuk melihat aplikasi mana saja yang mendapat manfaat dari RAID, lihat tabel di bawah ini:

Aplikasi yang diuji pada test High-End Disk WinMark99

Tanpa RAID

RAID

Persentase Peningkatan

Keterangan

AVS/Express 3.4

8870

10400

17 %

manfaat kecil

FrontPage 98

85800

89200

3 %

tidak ada manfaatnya karena berhubungan dgn file-file internet yang ukurannya kecil

Microstation SE

13560

15450

13 %

manfaat kecil

Photoshop 4

7350

9840

33 %

bermanfaat karena berhubungan dgn file-file gambar yang ukurannya besar

Premiere 4.2

14000

17000

21 %

bermanfaat karena berhubungan dgn file-file Movie yang ukurannya besar

Sound Forge 4.2

28400

35400

24 %

bermanfaat karena berhubungan dgn file-file Audio yang ukurannya besar

Visual C++ 5.0

17600

19300

9 %

tidak ada manfaatnya karena berhubungan dgn file-file program yang ukurannya kecil


Dari tabel diatas terlihat bahwa dugaan kalau RAID hanya bermanfaat pada dunia multimedia, seperti video editing, desktop publishing, dan WAV editing ternyata benar. Ini bisa dilihat bawah peningkatan performance yang besar disumbangkan oleh Photoshop (desktop publishing), Premiere (video editng), dan Sound Forge (WAV editing).
Sedangkan pada aplikasi-aplikasi lainnya peningkatan kinerja yang diberikan RAID sangat kecil.

 

Namun perlu diingat bahwa meskipun RAID dapat meningkatkan kinerja Photoshop, itu bukan berarti proses loading aplkasi Photoshop itu sendiri akan menjadi lebih cepat. Sebab kecepatan loading sebuah aplikasi dengan atau tanpa RAID tidak akan banyak berbeda, karena sewaktu loading, data yang diproses berukuran kecil-kecil. Peningkatan kinerja yang disebabkan RAID pada Photoshop adalah pada proses editing gambar-gambar yang ukurannya besar (biasanya gambar high resolution dan memiliki dpi tinggi utk keperluan percetakan yang ukurannya bisa berkisar 200MB).

 

3.2.3        Kesimpulan

 

Setelah melakukan uji coba, maka kita mendapatkan hasil bahwa dugaan kalau RAID belum tentu meningkatkan unjuk kerja secara drastis ternyata benar adanya. Secara garis besarnya dapat disimpulkan kelebihan dan kekurangan penggunaan RAID dibawah ini.

 

Kelebihan:

  1. RAID membuat loading file berukuran besar menjadi jauh lebih cepat
  2. RAID membuat proses penginstallan Windows lebih cepat
  3. RAID membuat proses backup lebih cepat & praktis (karena proses duplikasi dilakukan sambil jalan)

 

Kelemahan:

  1. RAID tidak membuat loading Windows menjadi jauh lebih cepat (tidak terasa perbedaannya)
  2. RAID tidak membuat Windows beroperasi lebih cepat (tidak terasa perbedaannya)
  3. RAID tidak membuat booting menjadi lebih cepat, tapi malah membuat booting 2X lebih lama
  4. RAID tidak membuat loading Aplikasi & Game menjadi jauh lebih cepat (tidak terasa perbedaannya)
  5. RAID tidak akan meningkatkan framerate Game sama sekali
  6. RAID tidak membuat komputer anda menjadi lebih cepat
  7. RAID membuat anda harus mengeluarkan uang utk membeli harddisk lagi (ini pasti terasa).

 

Jadi bila anda tidak menggunakan komputer anda utk keperluan video editing, desktop publishing, dan sound editing, maka jelas RAID jelas bukanlah untuk anda. Para gamers juga tidak akan mendapatkan manfaat yang berarti dengan menggunakan RAID, karena waktu loading game akan terasa sama seperti biasanya.


Meskipun proses penginstallan windows terasa agak lebih cepat (sewaktu proses pengkopian file) namun setelah Windows terinstall, proses loading Windows tidak akan menjadi lebih cepat. Ini karena sewaktu loading Windows, data-data yang diproses berukuran kecil-kecil. Bahkan RAID malah akan membuat waktu booting menjadi lebih lama karena adanya proses inisialisasi oleh BIOS dari chip RAID tersebut.

Jadi berguna atau tidaknya RAID tergantung pada bidang kegiatan apa yang anda geluti. Bila anda sering berhubungan dgn pemrosesan file-file video, gambar, suara, maka RAID cocok utk anda. RAID juga akan sangat berguna bila anda sering berhubungan dgn data-data penting yang harus ada backup-nya.


Yang jelas jangan sampai anda membeli 1 harddisk eksta hanya demi mendapatkan konfigurasi RAID yang belum tentu bermanfaat bagi anda. Namun bila penambahan harddisk tersebut dengan embel-embel penambahan kapasitas sekaligus mencoba RAID maka boleh juga dilakukan. Meski demikian perlu diingat bahwa pada pada penggunaan RAID 0 tersbut bila sebuah harddisk rusak maka seluruh data di kedua harddisk anda akan lenyap.


Sampai disini artikel yang kita bahas ini semoga dapat berguna bagi para netter sekalian, sebelumnya kami ingin mengingatkan untuk para netter yang berminat untuk mencoba-coba menggunakan HDD dengan teknologi RAID harap membaca baik-baik manual atau buku petunjuk yang disertakan pada saat pembelian motherboard atau card RAID atau di dampingi oleh ahli yang berpengalaman agar dapat mencegah terjadinya kesalahan yang tidak diinginkan.

3.3           WORKSTATION / CLIENT

 

Seluruh komputer yang terhubung pada server pada sebuah jaringan disebut workstation. Workstation dikonfigurasi dengan sebuah NIC, software networking, dan kabel. Workstation tidak memerlukan floppy disk drive atau hard disk karena file dapat di simpan pada server.

 

3.4           NETWORK INTERFACE CARD

 

Network Interface Card (NIC) menyediakan hubungan fisik antara jaringan dan komputer workstation. Fungsi utamanya adalah mengirim data ke jaringan dan menerima data yang dikirim ke terminal kerja. Selain itu NIC juga mengkontrol data flow antara sistem komputer dengan sistem kabel yang terpasang dan menerima data yang dikirim dari komputer lain lewat kabel dan menerjemahkannya ke dalam bit yang dimengerti oleh komputer.

 

Meskipun NIC diproduksi oleh beberapa manufaktur, namun semuanya dapat digunakan untuk berhubungan dengan lainnya dalam sistem jaringan yang umum digunakan (Netware, Windows NT dan sebagainya). Masalah kompatibilitas yang lebih penting adalah jenis bus workstation, dimana kartu jaringan itu diinstalasi. Misalnya, anda tidak dapat menggunakan kartu jaringan 32 bit dalam bus 16 bit. Namun sebagian besar kartu jaringan 16 bit dapat bekerja secara akurat meskipun lambat dalam bus 32 bit. Kartu jaringan juga dirancang untuk arsitektur bus tertentu, banyak kartu jaringan ISA yang masuk ke dalam slot EISA tetapi jenis kartu jaringan yang lain hanya dapat masuk ke slot tertentu dengan rancangan bus yang tertentu pula.

 

Network card atau NIC juga bisa dibeli sesuai dengan kebutuhan, jika menggunakan kabel UTP maka diperlukan network card dengan interface UTP, begitu pula jika menggunakan kabel BNC maka network card yang digunakan adalah network card dengan interface BNC. Namun di pasaran tersedia pula network card dengan interface UTP atau BNC sekaligus atau seringkali disebut network card Combo.

 

Network card menyediakan sejumlah pilihan konfigurasi yang menjamin kemampuan card untuk bisa digunakan bersama piranti yang lain dalam komputer yang sama dan memberi respon yang benar terhadap sistem operasi. Apabila anda menggunakan jaringan berbasis PC, maka hal yang perlu diperhatikan dari NIC adalah settingnya agar tidak terjadi konflik dengan piranti yang lain.

 

Mengapa tidak menggunakan setting default saja? Dalam banyak hal setting default ini akan memberikan hasil memuaskan, karena pihak pembuat telah memberikan setting awal sesuai dengan konfigurasi standar.

 

Dua variabel yang panting dalam sebuah NIC adalah alamat port dan interrupt-nya:

  1. Alamat port berfungsi untuk mengarahkan data yang masuk dan keluar dari terminal kerja tersebut. NIC harus dikonfigurasi untuk mengenali apabila data dikirim ke alamat tersebut.

 

  1. Interrupt merupakan switch elektronik lokal yang dipergunakan oleh sistem operasi untuk mengontrol aliran data. Interrupt juga digunakan oleh komputer untuk menghentikan aliran data untuk sementara waktu dan memungkinkan data lain melewati sistem. Interrupt mencegah aliran data yang berbeda agar tidak dapat menggunakan sirkuit fisik yang sama dan dalam waktu yang bersamaan pula.

 

Selain dua variabel di atas NIC juga mempunyai kode tersendiri yang unik yang artinya cuma ada satu yang terdiri dari 12 digit kode yang sering disebut MAC (Media Access Control).

 

Kebanyakan NIC terpasang secara internal, dimana card dipasang ke dalam sebuah expansion slot dalam komputer. Komputer laptop saat ini dapat dibeli beserta NIC yang terpasang built-in atau dengan network card yang dipasang pada sebuah slot PCMCIA.

 

NIC merupakan faktor utama dalam menetapkan kecepatan dan unjuk kerja sebuah jaringan. Merupakan ide yang baik untuk menggunakan card jaringan tercepat yang tersedia untuk jenis workstation yang anda gunakan.

 

Tiga network interface connection yang umum dipakai adalah: Ethernet Cards, LocalTalk Connector, dan Token Ring Cards. Menurut sebuah study International Data Corporation, Ethernet merupakan yang paling populer, diikuti oleh Token Ring, dan LocalTalk (San’Angelo, R. (1995). NetWare Unleashed, Indianapolis, IN: Sams Publishing).

 

3.4.1        Ethernet Cards

 

Ethernet biasanya dibeli terpisah dari komputer, walaupun banyak komputer (misalnya Macintosh) saat ini memiliki Ethernet card yang sudah langsung terpasang. Ethernet card memiliki konektor kabel coaxial atau kabel twisted pair atau keduanya (lihat gambar). Jika Ethernet card dirancang unutk kabel coaxial, konektornya adalah BNC. Jika ia dirancang untuk Twisted Pair, ia harus memiliki konektor RJ-45. Beberapa ethernet juga terdiri dari sebuah konektor AUI. Ini digunakan untuk konektor kabel coaxial, twisted pair, atau fiber optik. Jika metode ini digunakan, harus ada sebuah transceiver external yang terpasang pada workstation.


 

 

Gambar  3.1 Ethernet Card

 

 

3.4.2       LocalTalk Connectors

 

LocalTalk adalah solusi built-in Apple untuk networking komputer Macintosh. Connector ini menggunakan sebuah kotak adapter khusus dan sebuah kabel yang terpasang pada port printer Macintosh. Kekurangan utama LocalTalk adalah lebih lambat dibanding dengan Ethernet. Kebanyakan koneksi Ethernet beroperasi pada 10 Mbps (Megabits per second), sedangkan LocalTalk beroperasi pada hanya 230 Kbps (atau 0,23 Mbps).

 

Tabel 2.1 Ethernet Card vs. Local Talk Connection

 

Ethernet Cards vs. Local Talk Connection

Ethernet

LocalTalk

Kecepatan transfer data (10 – 100 Mbps)

Kecepatan transfer data (0,23 Mps)

Mahal-dibeli terpisah

Terpasang pada komputer Macintosh

Membuthkan slot computer

Tidak membutuhkan slot komputer

Tersedia untuk bermacam-macam computer

Bekerja hanya untuk komputer Macintosh

 

3.4.3    Token Ring Card

 

Token Ring Cards mirip dengan Ethernet Cards. Salah satu perbedaaan yang tampak adalah jenis konektor pada bagian belakang card. Token Ring Card umumnya memiliki konektor 9 pin.

 

Gambar 3.2  Token Ring Card

3.5           CONCENTRATOR (HUB)

 

Concentrator/HUB  adalah sebuah piranti yang menyediakan central connection point bagi kabel dari workstation, server, dan peripheral. Beberapa concentrator termasuk pasif, dimana sinyal dilewatkan oleh concentrator dari sebuah komputer ke komputer lainnya tanpa perubahan. Namun umumnya concentrator adalah aktif, dimana secara elektronik sinyal dikuatkan oleh concentrator saat berpindah dari satu piranti ke piranti lainnya. Concentrator aktif memiliki fungsi seperti repeater yaitu untuk menambah jarak sebuah jaringan.

NetGear DS104 4x10/100 Mbps Networking Hub

Gambar 3.3  HUB / Concentrator

 

Concentrator biasanya biasanya dikonfigurasi dengan 8, 12, atau 24 port RJ-45, selalu digunakan dalam topologi star atau ring, dan dijual dengan software khusus untuk manajemen port. Hub memiliki kelemahan, peralatan ini hanya meneruskan sinyal tanpa memiliki pengetahuan mengenai alamat-alamat yang dituju. Peralatan ini juga hanya memiliki satu domain collision sehingga bila salah satu port sibuk maka port-port yang lain harus menunggu.

 

3.6           SWITCH

 

3.6.1        Fungsi Utama Switch

 

Menerima Frame dari Port asal (incoming/source) dan meneruskannya ke tujuan (destination port).

Product Small Photo

Gambar 3.3 Switch

 

 

Switch menyiapkan MAC-Address Table yang membantunya untuk mengetahui ke port mana frame tersebut harus diteruskan. Pada saat dihidupkan, Tabel MAC ini kosong.

 

MAC Address

Port

 

 

 

Gambar 3.4 Jaringan Switch

 

 

Setelah menyiapkan Tabel pada Content Addressable Memory (CAM), Switch mulai mendengar (Listen) Frame yang  masuk pada Port.

 

 

Skenario I

B mengirim Frame ke C. Pada Frame Header, MAC Source adalah 2222 dan MAC Destination adalah 3333. B mengirim Frame via HUB dan didengar oleh C dan Switch.

 

Switch menerima Frame tersebut via Port 2x dan mencatatnya pada MAC-Address Table. Tahap ini disebut Learning.

 

MAC Address

Port

2222

2x

 

 

Selanjutnya Switch melihat bahwa MAC Address tujuan adalah 3333, dan pada MAC Table Port dari MAC tersebut tidak diketahui. Oleh karena itu, Switch meneruskan Frame tersebut ke seluruh port, kecuali port dari mana frame tersebut berasal. Kondisi ini disebut Flooding.

 

Prinsip:  Bila Switch menerima Frame dan MAC Address tujuan belum terdaftar pada MAC-Address Table, maka frame tersebut disebar ke seluruh port.

 

Skenario II

D mengirim Frame ke B via Port 4x.

 

Switch menerima Frame dan mencatat MAC-Address 4444 berasal dari Port 4x. Switch memeriksa MAC Address tujuan yaitu 2222 dan menurut MAC-Table, alamat tersebut dapat dicapai via Port 2x.

 

Oleh karena itu Switch langsung meneruskan frame tersebut ke Port 2x tanpa mengganggu port lainnya.

 

MAC Address

Port

2222

4444

2x

4x

 

Kondisi ini disebut Forwarding.

Skenario III

C mengirim Frame ke B via HUB, Frame ini didengar oleh B dan Switch.

 

Switch mencatat MAC-Address dari C yaitu 3333 pada Port 2x, Switch juga melihat bahwa alamat tujuan adalah 2222 yang sudah terdaftar pada MAC Table pada port yang sama, yaitu Port 2x. Karena Port sama, maka Switch tidak meneruskan frame tersebut (block). Kondisi ini disebut sebagai Filtering.

 

Pada akhirnya MAC-Table akan terisi lengkap dan Switch dapat mengoptimasikan pengiriman Frame dengan melakukan look-up pada tabel tersebut.

 

MAC Address

Port

2222

4444

3333

1111

2x

4x

2x

1x

 

 

Isi pada MAC-Address Table mempunyai umur, artinya bila dalam satu periode tertentu tidak ada aktivitas dari MAC Address tersebut, maka address tersebut akan dihapus dari Tabel.

 

3.7            REPEATER

 

Jika sebuah rugi-rugi sinyal pada data sangat kuat saat dilewatkan di sepanjang sebuah kabel, diperlukan sebuah penguat sinyal yang di sebut repeater. Repeater pada dasarnya merupakan alat yang sederhana yang berfungsi untuk memperbaiki dan memperkuat sinyal yang melewatinya. Repeater digunakan saat panjang total kabel jaringan telah melebihi standar yang ditetapkan (memperbesar batasan panjang satu segmen). Repeater dapat merupakan piranti terpisah atau tergabung dalam sebuah HUB.

 

Sama halnya dengan HUB, repeater hanya meneruskan sinyal tanpa memiliki pengetahuan mengenai alamat-alamat yang dituju, dan hanya memiliki satu domain collision.

 

 

Gambar 3.5  Repeater

 

 

Berikut ini adalah contoh beberapa jenis sitem yang menggunakan repeater untuk memperbaiki dan memperkuat sinyal transmisi data.

 

3.7.1        Sistem baseband bertopologi bus

 

Media transmisi yang paling populer pada sistem baseband bertopologi bus adalah kabel coaxial, yang juga digunakan sebagai standar IEEE 802.3. Batasan maksimum jumlah repeater yang dapat digunakan untuk satu segmen adalah empat buah. Berikut ini adalah tabel jenis coaxial dengan spesifikasinya.

 

Tabel 2.2  Spesifikasi kabel coaxial

 

SIFAT

10BASE5

10BASE2

KECEPATAN

10 Mbps

10 Mbps

PANJANG SEGMEN MAKSIMUM

500 m

200 m

BENTANG JARINGAN MAKSIMUM

2500 m

1000 m

SIMPUL/NODE PER SEGMEN

100 m

30 m

SELANG ANTAR SIMPUL

2,5 m

0,5 m

DIAMETER KABEL

0,4 in

0,25 in

 

Gambar  3.6  Repeater Pada Topologi Bus

 

3.7.2        Sistem Baseband bertopologi Star

 

Susunan jaringan yang tergambar berikut ini menggunakan kabel twisted pair dengan protokol Ethernet. Kabel jenis ini disebut 10BaseT, yang berkecepatan 10 Mbps dan memiliki panjang segmen maksimum 100 m.

 

 

Gambar 3.7  Repeater Pada Topologi Star

3.7.3        Sistem baseband bertopologi ring

 

Pada sistem standar 802.5, repeater digunakan pada setiap simpul (node) jaringan seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

 

Gambar 3.8  Repeater pada topologi ring

 

3.8            BRIDGE

 

Bridge adalah sejenis perangkat antara yang menghubungkan dua jaringan yang protokol lapisan fisiknya berbeda. Hal ini berarti komunikasi terjadi pada level MAC (lapisan data link bagian bawah) yang serupa. Sebagai contoh adalah bridge untuk menghubungkan IEEE 802.3 (Ethernet) dengan IEEE 801.4 (Token Bus). Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini.

 

Bridge memiliki sifat yang tidak mengubah sesuai isi maupun bentuk frame yang diterimanya, di samping itu bridge memiliki buffer yang cukup untuk menghadapi ketidaksesuaian kecepatan pengiriman dan penerimaan data.

 

3.8.1        Alasan Penggunaan Bridge

 

Beberapa alasan mengapa bridge digunakan untuk menghubungkan beberapa LAN adalah sebagai berikut:

 

a.       Keterbatasan LAN

Hal ini berkaitan erat dengan:

-         Jumlah maksimum stasiun

-         Panjang maksimum segmen

-         Bentang jaringan (network span)

 

 

Gambar 3.9  Bridge

 

b.      Kehandalan dan keamanan lalu lintas data

Bridge dapat menyaring lalu lintas data antar dua segmen jaringan

 

c.       Unjuk kerja

Semakin besar LAN (jumlah stasiun maupun jarak), unjuk kerja semakin menurun.

 

d.      Keterpisahan geografis

Bila dua sistem pada tempat yang berjauhan disambungkan, penggunaan bridge dengan saluran komunikasi jarak jauh (misalnya radio atau gelombang mikro) jauh lebih masuk akal dibandingkan menghubungkan langsung dua sistem tadi dengan kabel coaxial misalnya.

 

3.8.2        Penggolongan Bridge

 

Dari sudut kelengkapan fungsi, perangkat ini dapat digolongkan menjadi tiga macam, yaitu:

 

a.       Bridge sederhana

 

Bila suatu node / simpul jaringan mengirimkan data ke node / simpul jaringan lain, maka bridge sederhana akan menyebarkan data tersebut ke semua jaringan.

Bridge sederhana memiliki urutan kerja sebagai berikut:

-         Baca semua paket data yang datang dari suatu jaringan.

-         Sebarkan ke semua simpul jaringan yang lain

 

b.      Bridge belajar

 

Jenis ini memiliki kemampuan memilih paket mana yang ditujukan pada segmen lain jaringan, dan meneruskan paket tersebut pada jaringan yang sesuai tersebut. Hal ini dimungkinkan karena protokol lapisan MAC memang terdapat field alamat tujuan paket. Kini bridge sederhana juga telah dilengkapi dengan kemampuan belajar tersebut.

 

Bridge belajar, memiliki urutan kerja sebagai berikut:

-         baca semua paket data yang datang dari suatu jaringan

-         pilih dan terima semua paket data yang tidak dialamatkan untuk jaringan pertama tadi

-         kirimkan (teruskan) paket data yang diterima tadi ke jaringan lain yang terhubung pada bridge.

 

c.       Bridge dengan kemampuan pencarian jalan (routing)

 

Jenis ini juga memiliki kemampuan jenis sebelumnya, ditambah dengan kemampuan pencarian jalan.

 

Pada bridge yang mempunyai fasilitas pencari jalan, terdapat beberapa strategi yang digunakan, antara lain:

 

-         Fixed routing

 

Pada cara ini dibuat sebuah tabel yang berisi semua jalur yang mungkin terjadi antara suatu stasiun pengirim dan penerima. Cara ini relatif mudah untuk sistem jaringan yang sederhana.

 

Penggunaan algoritma spanning tree, dengan menganggap LAN sebagai simbol (node) graph dan bridge sebagai sisi (edge) graph. Dengan algoritma ini, dibangun bentuk spanning tree dari suatu graph, yaitu graph yang tidak memiliki putaran (closed loop).

 

-         Source Routing

 

Pada cara ini, setiap stasiun yang akan mengirimkan paket, harus mendefinisikan jalur mana yang harus ditempuh. Dengan demikian alamat semua stasiun tujuan harus tercatat pada stasiun sumber. Informasi jalur ini dimasukkan ke dalam protokol lapisan MAC.

 

Dari sudut jangkauan, perangkat ini dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu sebagai berikut:

 

a.      Bridge setempat (Local Bridge)

 

Jenis ini tersambung langsung pada dua jaringan yang dihubungkan. Biasanya jenis ini digunakan untuk menghubungkan dua jaringan yang letaknya relatif dekat. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut ini.

 

 

Gambar 3.10  Bridge setempat

 

 

b.      Bridge jarak jauh

 

Bridge jenis ini terdapat pada dua buah segmen jaringan. Kedua bridge sejenis ini dihubungkan dengan saluran komunikasi tertentu. Dengan demikian bridge jenis ini selalu bekerja berpasangan. Pasangan bridge ini umumnya digunakan untuk menghubungkan dua jaringan yang letak geografisnya berjauhan. Secara logika, fungsi pasangan bridge ini sama saja dengan satu bridge setempat. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini.

 

 

Gambar 3.11  Bridge jarak jauh

 

3.9            GATEWAY

 

Gateway digunakan untuk interkoneksi jaringan dimana masing-masing jaringan memiliki arsitektur yang sangat berbeda. Jaringan yang dihubungkannya mempunyai protokol yang berbeda mulai dari lapisan hubungan data sampai dengan lapisan aplikasi.

 

Gateway juga merupakan bentuk khusus dari router yang digunakan untuk bertukar informasi dengan router lain yang berlainan cara mengelola informasinya maupun pencarian jalannya. Bila salah satu jaringan yang berisi sekumpulan router berjenis sama (disebut autonomous system) hendak berhubungan dengan jaringan dengan sistem router lain, diperlukan satu buah gateway untuk masing-masing jaringan. Dua buah gateway ini saling bertukar informasi dengan protokol antar router yang berbeda sistem, yang disebut ERP (Exterior Router Protocol).

Protokol yang dibuat untuk komunikasi gateway ini bekerja dalam bentuk permintaan dan tanggapan yang dikirim dalam datagram IP. Contoh permintaan adalah permintaan untuk menjadi router tetangga. Permintaan tersebut dapat menjaid dua jenis tanggapan yaitu diterima atau ditolak.

 

Gambar 3.12  Gateway

 

Tipe kegiatan gateway yang berkaitan dengan komunikasi antar sistem adalah:

 

a.      Neighbor acquisition

 

Terjadi ketika dua router bertetangga tetapi berbeda sistem otonomi saling menyetujui untuk saling bertukar informasi pencarian jalan. Prosedur resmi untuk persetujuan ini diperlukan mengingat kemungkinan tidak tersedianya salah satu router untuk berbagi informasi. Prosedur ini dimulai dengan salah satu router mengirimkan permintaan untuk bertetangga. Router lainnya dapat memberi tanggapan menerima atau menolak. Untuk mengakhiri ketanggapan, salah satu router dapat mengirikan pesan untuk berhenti dan dijawab dengan persetujuan.

 

b.      Neighbor reachability

 

Prosedur ini dilakukan bila hubungan ketanggapan telah ditetapkan, dan digunakan untuk memelihara hubungan. Suatu gateway harus yakin bahwa tetangganya masih ada dan masih berstatus tetangga. Untuk melakukan ini, kedua gateway harus saling bertukar pesan “Hello” dan “I heard you” secara berkala.

 

c.       Network reachability

 

Prosedur ini berkaitan dengan penukaran permintaan dan tanggapan secara berkala. Bila salah satu gateway ini mengirimkan permintaan poll, yaitu meminta informasi jaringan,maka tetangganya menanggapi dengan pesan update. Tanggapan ini berisi jaringan yang dapat dijangkau oleh gateway pengirim poll, termasuk jarak masing-masing jaringan tersebut. Dari informasi ini gateway peminta tadi dapat menyusun tabel pencarian jalan.

 

3.10       Modem

 

Modem adalah sebuah peralatan yang digunakan untuk mengirim dan menerima data digital melalui sebuah saluran komunikasi yang biasanya digunakan untuk sinyal analog. Modem yang terpasang pada sebuah komputer merubah data digital menjadi sinyal analog agar dapat digunakan untuk memodulasi sebuah frekuensi carrier. Frekuensi ini ditransmisikan melalui sebuah saluran, seringkali sebagai sebuah sinyal suara melewati sebuah saluran telepon menuju ke modem lainnya lalu merubahnya kembali ke bentuk data aslinya.

Baseband and Broadband Signals

  

 

 

 


 

   

   

 

 

Gambar 3.13 Sinyal digital dan analog

 

 

Informasi komputer tersedia dalam bentuk digital, padahal informasi yang akan dikirim melalui media transmisi (mis: line telepon) ditransmisikan dalam bentuk gelombang analog. Modem melakukan konversi pada kedua bentuk tersebut.

 

 

 

3.10.1    Cara menghubungkan modem pada komputer

 

a.       Menggunakan kabel Ethernet RJ45

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

Gambar 3.14  Menghubungkan modem via Ethernet RJ4

 

 

b.      Menggunakan kabel USB

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

Gambar 3.15  Menghubungkan modem via kabel USB

 

 

 

 

Home ] Up ]

Send mail to ayat_ac@yahoo.com with questions or comments about this web site.
Copyright © 2008 JarKom
Last modified: 01/10/08